Ketahui Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid dengan Berbagai Metode Kalender

kalender masa subur

Bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan, mengetahui kapan masa subur wanita adalah hal yang penting. Masa subur wanita merupakan siklus saat ovum matang dan siap dibuahi. Pada saat inilah, peluang wanita untuk hamil menjadi lebih besar. Perhitungan masa subur bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah kalender masa subur.

 

Selain dengan metode perhitungan, Anda juga bisa memperkirakan masa subur dengan melihat dan merasakan perubahan yang terjadi pada tubuh. Beberapa ciri-ciri seorang wanita sedang dalam masa subur, diantaranya adalah:

Beberapa ciri-ciri seorang wanita sedang dalam masa subur

Suhu Basal Tubuh Meningkat

Dianjurkan bagi Anda untuk rutin memeriksa suhu tubuh setiap bangun tidur. Saat wanita sedang dalam masa subur, umumnya suhu tubuhnya akan lebih tinggi dibanding dengan hari lainnya.

Keluarnya Cairan Vagina

Pada saat masa subur, biasanya keluar cairan vagina yang lebih encer, bening dan kenyal seperti putih telur mentah.

 

Meningkatnya Hormon Lutein

Untuk mengecek tingkat hormon Lutein, anda bisa membeli alat ceknya di apotek. Cara kerja dari alat tersebut adalah dengan mengukur kadar luteinizing hormone (LH) di dalam urine.

 

Siklus menstruasi setiap bulannya perlu kamu pahami yaa sebelum menggunakan aplikasi masa subur ini. Pada umumnya, kehamilan berpeluang besar terjadi jika melakukan hubungan seksual ketika masa subur berlangsung. Namun, bagi yang ingin menunda atau tidak mau memiliki momongan, pengetahuan akan masa subur ini juga sangat berguna supaya bisa lebih berhati-hati.

Beberapa cara untuk mengetahui kapan masa subur

Ada beberapa cara untuk mengetahui kapan masa subur berlangsung dengan berbagai kalender masa subur, antara lain:

 

Metode Kalender Ogino-Knaus

 

Metode ini disarankan untuk perempuan yang memiliki siklus haid tidak teratur. Caranya adalah dengan mencatat siklus haid selama 6 hingga 12 bulan terakhir. Kemudian kurangi 18 hari dari siklus menstruasi tersingkat, itu adalah awal masa subur. Selanjutnya, untuk menentukan akhir masa subur, siklus menstruasi terpanjang dikurangi 18 hari. Contohnya saja siklus paling pendek 27 hari, kemudian yang paling panjang 33 hari. Nah fase suburnya akan ada di hari ke-9 – hari ke-15 sehabis anda hari pertama mens.

 

Metode Kalender

 

Pada metode ini, anda dapat mengetahui masa subur dan masa prasubur. Metode kalender memperhitungkan masa subur terjadi pada 13 hari setelah haid terakhir. Sedangkan masa prasubur terjadi pada H-3 masa subur dan H+3 masa subur. Contoh perhitungannya sebagai berikut, jika Anda menstruasi terakhir pada tanggal 7, maka masa subur Anda jatuh pada tanggal 20. Untuk masa prasubur awal jatuh pada tanggal 17 dan masa prasubur terakhir jatuh pada tanggal 23.

 

Metode Kalender Tabel

 

Cara ini merupakan metode yang paling mudah untuk dilakukan, karena Anda hanya perlu melihat siklus menstruasi. Jika pada bulan lalu Anda mengalami menstruasi pada tanggal 1 Maret, kemudian menstruasi selanjutnya pada tanggal 3 April, maka siklus menstruasinya adalah 33 hari. Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa ovulasi akan terjadi pada tanggal 22 April (19 hari sejak hari pertama menstruasi terakhir). Masa subur terjadi pada sehari sebelum hingga sehari setelah ovulasi yaitu tanggal 21-23 April.

 

Meskipun dengan menghitung masa subur peluang untuk hamil menjadi lebih besar, tapi tetap harus diimbangi dengan konsumsi makanan yang mengandung nutrisi dan gizi yang sehat, baik bagi istri maupun suami. Selain itu, Anda juga bisa mulai mengurangi aktivitas fisik yang berat dan beristirahat cukup agar program kehamilan dapat berjalan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *